Jenis Benang

Naaaaaaaah, yang masih bingung-bingung atau ragu-ragu sama jenis benang….. berikut ada sedikit panduan atau acuan untuk memulai memilih benangnya.

  1. Katun biasa/sembur: pakaian dewasa/bayi, syal, selimut, tas, sepatu, kaos kaki, taplak meja, alas piring, amigurumi, dll.
  2. Soft cotton: pakaian dewasa/bayi, syal, selimut, tas, sepatu, kaos kaki, taplak meja, alas piring, amigurumi, dll. Khusus untuk orang-orang yang suka sekali dengan benang jenis kecil dan halus serta jatuh.
  3. Katun big ply: pakaian dewasa/bayi, syal, selimut, tas, sepatu, kaos kaki, taplak meja, alas piring, amigurumi, dll. Benang jenis ini sesuai untuk orang-orang yang suka project besar atau biar projectnya cepat selesai, seperti saya contohnya. Hehehe.
  4. Soft cotton big ply: pakaian dewasa/bayi, syal, selimut, tas, sepatu, kaos kaki, taplak meja, alas piring, amigurumi, dll. Benang jenis ini juga sesuai untuk orang-orang yang suka project besar atau biar projectnya cepat selesai, seperti saya contohnya. Hehehe. Teksturnya jauh lebih halus dari Katun Jepang.
  5. Nilon: tas, keranjang, alas piring, tutup galon, dll.
  6. Polyester: tas, keranjang, alas piring, taplak meja, dompet, clutch, tutup galon, dll.
  7. Rayon: pakaian dewasa/bayi, syal, selimut, tas, sepatu, kaos kaki, taplak meja, alas piring, amigurumi, dll. Khusus untuk orang-orang yang suka sekali dengan benang jenis kecil dan halus serta jatuh.
  8. Lace: bordir, border/tepian, taplak meja, doily, bed spread, dll. Khusus untuk orang-orang yang sabaaaar banget dan suka sekali dengan benang jenis kecil.
  9. Katun Jepang: pakaian dewasa/bayi, syal, selimut, tas, sepatu, kaos kaki, taplak meja, alas piring, amigurumi, dll. Teksturnya hampir mirip sama katun big ply, cuma lebih halus dan lembut, seperti Soft Cotton Big Ply.

Jadiiii,

jangan ragu lagi! 🙂

Saya terus terang akan selalu menyarankan untuk jangan berhenti mencoba berbagai macam jenis benang. Sebab, cuma dengan itu, tangan kita akan biasa dalam membedakan tekstur dan kegunaan serta kecocokan masing-masing benang.

Contoh: sesuai dengan panduannya, benang lace katanya hanya digunakan untuk doily/taplak. Oh well, saya berpendapat lain tuh…. saya jujur aja lebih suka pake soft cotton daripada lace. Tuh kaaan. Yuk yuk, rajin-rajin mencoba… 🙂

Advertisements